Tantangan dan Dampak Covid-19 pada Usaha Bisnis Perbengkelan

COVID-19 telah menciptakan situasi ekonomi yang secara fundamental berbeda dari krisis sebelumnya. PDB (Produk Domestik Bruto) akan terus menurun, dan menyebabkan resesi ekonomi diberbagai negara. Dan perbaikan ekonomi kedepannya tidak memiliki kepastian, mengingat diperlukannya vaksin sebagai solusi untuk memulihkan masalah COVID-19 ini.

Faktanya dalam sektor otomotif, pandemi COVID-19 memberikan dampak pada proses layanan perbengkelan atau servis kendaraan. Terjadi perubahan ekonomi secara signifikan dan cenderung menurun. Dan berikut Kami merangkum penyebab dan dampak yang terjadi terhadap bisnis perbengkelan selama pandemi COVID-19 ini:

Jarak Tempuh Kendaraan yang Lebih Rendah

Selama pandemi ini, jalanan terasa lenggang dan kota-kota bebas dari keramaian. Indikator kemacetan di kota-kota besar menunjukkan penurunan dramatis. Dan hal ini yang mengurangi mobilitas kendaraan dalam beraktivitas sehingga terjadi penurunan permintaan servis rutin secara signifikan.

Berkurangnya Angka Kecelakaan di Jalan

Dengan adanya himbauan untuk tetap dirumah, hal ini menurunkan kepadatan kendaraan serta tingkat kecelakaan yang menurun di berbagai wilayah di Indonesia. Dan dikonfirmasikan angka kecelakaan mengalami penurunan hingga mencapai 40%.

Ini salah satu dampak yang bagus selama pandemi, namun sedikit kecelakaan akan menurunkan permintaan perbaikan kendaraan di bengkel.

Bisnis Perbengkelan Menurun

Banyak orang yang menunda proses perawatan kendaraan secara rutin. Terlebih dampak ekonomi yang menyebabkan konsumen dengan pendapatan rendah yang menghindari dan menunda perbaikan kendaraan. Perubahan ini secara dramatis mengurangi kunjungan ke bengkel dan berdampak pada pemasukan pemilik usaha di sektor ini.

Memaksimalkan Saluran Digital dan E-commerce

Akhir – akhir ini konsumen di Indonesia, lebih senang berbelanja suku cadang secara online. Dan memilih melakukan perbaikan secara mandiri karena memiliki waktu yang panjang dirumah. Tren ini yang meyebabkan untuk melakukan perbaikan secara Home Service bagi usaha perbengkelan.

Untuk bertahan dari krisis ekonomi para pelaku usaha otomotif khususnya bengkel perlu melakukan adaptasi new normal dengan adanya beberapa perubahan. Hal ini untuk mempertahankan bisnis dan ekonomi agar mampu bertahan selama pandemi COVID-19.

0 0 vote
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments